Kamis, 14 Februari 2013

AL QUR'AN BERBICARA TENTANG AIR


Al Quran merupakan kalam Allah yang tiada tandingannya. Dalam tiap katanya, Allah senantiasa mengajarkan manusia, salah satunya dengan benda-benda yang ada di sekitar mereka. Air adalah sumber kehidupan dan dengannya kita bisa menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Oleh karena itu, air menjadi sumber daya yang esensial.

“…Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (QS Al Anbiya’ : 30)
Proses penciptaan alam semesta dan seisinya secara keseluruhan dilakukan oleh Allah SWT dalam keadaan seimbang, sebagaimana yang tertulis dalam QS Al Mulk : 3. Demikian halnya dengan proses siklus air. Keseimbangan siklus air (water cycle) pada umumnya terbagi menjadi 4 tahap, yaitu evaporasi, presipitasi, infiltrasi, dan surface runoff (limpasan permukaan). Al Quran telah menjelaskan masing-masing proses ini, sebagai berikut:

a. Evaporasi

Proses evaporasi adalah proses perubahan air dari bentuk cair menjadi gas. California Energy menyatakan bahwa hasil proses evaporasi adalah 90% uap air pada atmosfer yang berasal dari samudera, laut, sungai, danau, dan tanah. Salah satu kebesaran Allah SWT yaitu dapat mengubah air menjadi kumpulan gas di atmosfer dengan bantuan sinar matahari, yang disebut dengan awan dengan bentuk yang bergumpal-gumpal.

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal,…” (QS Ar Rum : 48) 

b. Presipitasi

Proses presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Ketika air diuapkan matahari dalam proses evaporasi, uap air tersirkulasikan di atmosfer kemudian terkondensasi menjadi zat cair dan terkumpul dalam butiran yang disebut condensation nuclei. Bentuk air dapat berupa cair dan beku yaitu hujan, embun, kabut dan salju. Tanda-tanda kekuasaan Allah SWT adalah Dia mampu menghembuskan angin dan menghalaukan awan, hingga awan itu terkumpul dan bertumpuk dalam gumpalan-gumpalan di langit. Ketika awan tersebut semakin hitam dan berat maka akan terjadi hujan di antara celah-celahnya.

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS An Nuur : 43) 

Pada ayat tersebut, Allah SWT menghendaki pada tempat jatuhnya air di daerah beriklim dingin menjadi salju sedangkan jatuhnya air di daerah iklim tropis menjadi air hujan.

c. Infiltrasi

Proses infiltrasi adalah perjalanan air ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler (gerakan air ke arah lateral) dan gravitasi (gerakan ke arah vertikal). Air yang meresap ke dalam tanah sebagian akan tertahan oleh partikel-partikel tanah dan menguap kembali ke atmosfer, sebagian lagi diserap oleh tumbuhan dan yang lain akan terus meresap di bawah permukaan bumi hingga zona yang terisi air yaitu zona saturasi.

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS Al Mu’minuun : 18) 

Air yang meresap melalui pori-pori tanah kemudian tersimpan di bawah permukaan bumi yang impermeabel (tak dapat ditembus oleh air) sehingga disebut air tanah.

d. Surface runoff

Proses surface runoff merupakan peristiwa meluapnya air ke permukaan bumi. Ketika zona saturasi terus terisi oleh air maka air tersebut akan mencari cara untuk meloloskan diri ke permukaan bumi. Apabila air hujan terus jatuh ke permukaan bumi tetapi tanah tidak mampu menyerap maka air permukaan ini  mencari celah untuk mengalir di antara palung sungai dan danau.

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya…” (QS Ar Ra’d : 17)

Proses siklus air yang berulang-ulang ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang wajib kita syukuri. Namun akhir-akhir ini, kita telah merasakan terjadinya krisis air di lingkungan kita dan krisis ini pun melanda tanah air dan negara-negara di berbagai dunia. Seperti yang dilansir dalam situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, bahwa kini tidak hanya negara Timur Tengah dan Afrika saja, tetapi juga negara-negara besar seperti India, Cina, dan Amerika Serikat juga mengalami permasalahan dalam ketersediaan air, khususnya air bersih.

Krisis air yang terjadi, disebabkan tidak hanya karena bencana alam saja, tetapi juga karena kerusakan lingkungan yang kemudian merusak proses siklus air tadi. Pada saat tanah telah mengalami kerusakan, maka daya serapnya semakin berkurang, lalu semakin banyak air yang terlimpas di permukaan dan semakin sedikit air yang diserap tanah, kemudian terjadilah bencana banjir pada musim hujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau. Hal ini dapat dikhususkan bahwa permasalahan utama yang terjadi adalah kerusakan sumber air itu sendiri. Allah menjelaskan sebagai berikut :

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS Az Zumar : 21)

 Dalam tafsir Al Mishbah, Quraish Shihab mencantumkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menguatkan ayat ini.

“Perumpamaan apa yang ditugaskan kepadaku oleh Allah untuk kusampaikan dari tuntunan dan pengetahuan adalah bagaikan hujan yang lebat yang tercurah ke bumi. Ada di antaranya yang subur, menampung air sehingga menumbuhkan aneka tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Ada juga yang menampung air itu, lalu Allah menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memanfaatkannya, maka mereka dengan air itu dapat minum, mengairi sawah dan menanam tumbuhan, dan ada lagi yang turun di daerah yang datar tidak dapat menampung air, tidak juga menumbuhkan tanaman….” (HR Bukhari dan Muslim)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan air dari langit, lalu ia terserap ke dalam bumi, kemudian Dia mengalirkannya ke bagian-bagian bumi sesuai apa yang dikehendaki-Nya, dan ditumbuhkan-Nya mata air-mata air di antara yang kecil dan yang besar sesuai kebutuhan. Untuk itu Allah Ta’ala berfirman “maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi”.

Demikianlah sebagian kecil pembahasan Al Quran mengenai air. Saat ini telah banyak dilakukan konservasi untuk permasalahan krisis air, terutama konservasi mata air sebagai sumbernya, akan tetapi di satu sisi masih banyak pula manusia yang belum dapat memanfaatkan dengan baik sumber daya ini. Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa menjadi insan yang dapat menjaga lingkungan dan menggunakan air secara efisien, karena hal ini juga merupakan bentuk cinta kita pada ciptaan Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.


Sumber :

1. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7. 2007 2. M. Quraish Shihab. Tafsir Al Mishbah (Pesan, Kesan, dan Keserasian Alquran). 2003

TERAPI AL QUR'AN MENGOBATI KANKER GANAS




Seorang penderita kanker parah, tergolek tak berdaya di sebuah rumah sakit di Lebanon Selatan. Salah seorang anggota keluarganya yang sudah tampak pasrah dan putus asa, setiap hari datang, dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan lagu yang menyentuh hati. Hal itu dilakukannya terus setiap hari, dan tanpa disadarinya telah berlangsung tiga bulan.

Dokter pun terpana. Menurut perhitungannya,­ pasiennya itu tak akan mampu bertahan lebih dari sebulan. Saat itu sudah hampir lewat tiga bulan, dan anehnya, kondisi pasien kanker itu bukannya semakin memburuk, justru menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa.


Ada apa? Dokter itu pun lalu teringat akan sosok Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, yang membuat eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia. Alfred membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran, merupakan indera yang paling penting. Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi­ vital, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakan­nya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf.

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-freku­ensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.

Dokter ahli kanker di rumah sakit di Beirut itu pun, akhirnya mengambil kesimpulan, bahwa rupanya, bacaan Al-Quran memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

Dan, sejak itulah, selain upaya medis yang ia lakukan, dokter itu juga menambah terapinya dengan terapi suara, lewat pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, untuk penyembuhan pasien-pasienny­a.

Peneliti ini menyatakan, "Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat." Para peneliti kemudian menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.

“Sel kanker hancur

KHASIAT LAIN ARANG


Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Kisah berikut ini diceritakan oleh salah seorang wanita Yugoslavia yang mampu berbicara dengan dalam bahasa Arab dengan fasih :

“ Saat itu aku masih berusia sepuluh tahun ketika pemerintah komunis mulai melakukan ekspansi militernya. Pada saat itu aku sudah menutupi kepalaku dengan jilbab meskipun wajahku masih terbuka. Sementara ibuku menutup seluruh auratnya , wajah dan seluruh badannya.

Kemudian ia melanjutkan lagi :
“Sebelum ekspansi militer ini kami semua hidup dalam suasana tenang dan damai. Semuanya terasa aman. Harta, jiwa, maupun kehormatan dan agama kami. Namun ketika Allah menurunkan ujianNya kepada kami berupa kekuatan ataupun Thogut ( yang selalu menghianati setiap hubungan kesepakatan yang telah mereka buat dengan kaum muslimin), semuanya pun akhirnya berubah. Sejak saat itu kami tak dapat lagi menikmati tidur malam dengan tenang. Kuingat waktu itu ibuku harus tidur lengkap dengan hijabnya, kawatir apabila tiba-tiba pasukan kafir tersebut masuk ke rumah pada malam hari dengan paksa.”

Tugas yang pertama dilakukan oleh tentara Komunis adalah menghancurkan pagar pembatas rumah. Mereka rubuhkan tembok-tembok tinggi yang selama ini membatasi antara rumah yang satu dengan rumah lainnya, yang selama ini tembok berfungsi menjaga aurat sebuah keluarga dari tetangganya. Mereka tak ingin apabila pagar tembok tersebut lebih dari satu meter. Akibatnya kami tak bisa sembarangan lagi berada di halaman rumah kecuali dengan menggunakan jilbab . Bahkan sampai ibuku harus menutupi wajahnya sementara ia melakukan pekerjaan sehari-harinya di halaman rumah.

Mendengar cerita ini aku jadi benar-benar terkesima dan terpesona sekaligus oleh kekokohan iman yang menghujam di dalam hati wanita non Arab tersebut. Saudariku! Tidakkah kalian saksikan sendiri bagaimana ia harus tidur di malam hari sementara jilbabnya tetap tergerai dengan rapi karena kawatir apabila seseorang datang masuk ke dalam rumah secara tiba-tiba! Dan bayangkanlah bagaimana ia harus tetap memanjangkan kerudungnya di saat ia berada di halaman rumah sendiri , hanya karena pagar tembok rumahnya tidak cukup untuk menutupinya dari pandangan tetangganya. Gadis Yugoslavia ini melanjutkan ceritanya ;

“Pasukan komunis ternyata tidak berhenti hanya sampai disitu,”bahkan mereka juga mewajibkan kepada semua wanita yang menutupi wajahnya agar membawa foto untuk dijadikan sebagai penunjuk identitas.” Untuk kisah yang satu ini mungkin kita tidak merasa terlalu aneh karena memang kasus semacam ini sudah lumrah terjadi di banyak negara demi kepentingan identitas diri.

Dan ketika pasukan Beruang Merah datang dan memberi tahu kami tentang wajibnya menyertakan foto di dalam kartu tanda pengenal wanita, kulihat hari itu ibuku menangis. Tak seperti biasanya . Berulang kali ia kudengar mengatakan “Bagaimana mungkin aku memperlihatkan wajahku di depan tukang foto? Sementara ia memusatkan pandangannya kepadaku, kemudian datang pasukan Beruang Merah untuk menikmati fotoku dengan memandanginya. Apa yang harus kuperbuat? Tolong selamatkan kami dari kondisi ini ..” Disaat kami sedang dalam kondisi yang cukup mencekam seperti ini, tiba-tiba ayahku berdiri sambil membawa sebatang arang hitam di tangannya. Katanya kepada ibuku ,” Ambilah ini bu, jangan bersedih lagi…ambilah arang ini,”

“ Apa yang harus aku lakukan dengannya’, tanya ibuku keheranan

“Oleskan arang itu ke seluruh wajahmu sampai ia berwarna hitam, agar ketika engkau membuka cadarmu kecantikanmu tak nampak di hadapan tukang foto dan yang terlihat hanyalah gambar hitam saja,” lanjut ayah

Dengan berat hati ibuku lalu mengambil kayu arang itu. Ia masih belum yakin kalau hal itu bisa cukup membuatnya merasa aman. Tatkala ia lumuri wajahnya dengan arang hitam tersebut akhirnya rona cantiknya yang terpancar dari wajahnya dapat tersembunyikan. Sejak saat itu aku masih menyimpan wajahnya yang hitam dilumuri arang. Biarlah ia menjadi saksi bagi mereka berdua di hadapan Allah pada hari kiamat nanti atas semangat dan keteguhan mereka dalam berIslam.”

Kemudian ia tunjukkan foto ibunya kepadaku. Aku pun jadi terperangah dengan apa yang sedang kulihat . Kalau saja aku tidak mendengar langsung ceritanya sebelum itu mungkin susah rasanya hatiku mempercayainya.

Dimanakah kita kini dibandingkan dengan wanita Yugoslavia tersebut? Ya , kini kita benar-benar sedang berada di hadapan sebuah kekuatan iman yang sangat agung yang tersembunyi di balik rasa malu. Ia pun mengingatkan kepada kami atas sikap kami yang selama ini menyepelekan padahal kami adalah wanita Arab yang mampu memahami huruf dan makna Al Qur’an maupun hadits jauh dari kemampuan mereka, namun apakah komitmen kami terhadap agama ini sama seperti komitmen mereka? Semoga Allah merahmati dan senatisasa mengasihi kami dan mengembalikan kami kepada ajaran agamaNya.

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh akan Allah tunjuki mereka dengan iman yang mereka miliki, dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya akan Ia tunjuki hatinya..”

Kesungguhan untuk mengambil dan memegang teguh ajaran agama ini akan mendatangkan hidayah Allah dan jalan keluar yang dapat menjaga agama maupun jiwa seseorang, inilah balasan yang Allah berikan kepada siapa saja yang ia kehendaki dan Allah Maha memiliki keutamaan yang sangat besar. Ia memerintahkan kita agar selalu meminta balasan dan keutamaan tersebut dariNya. Apakah kita benar-benar Telah melakukannya??(Al Qhatani )

SEJARAH HARI VALENTINE & HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE (VALENTINE’S DAY) (MENURUT AGAMA ISLAM)



mexmew
SEJARAH HARI VALENTINE (VALENTINE’S DAY)
Ada beberapa versi tentang awal mulanya perayaan valentine’s day, antara lain :
 Ensiklopedia katolik menyebutkan tiga versientang valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah pendeta St. Valentine yang hidup diakhir abad ke-3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yg telah menentang beberapa perintahnya.
Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia ke agama nasrani lalu dia (Raja Claudius) memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua, Claudia II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yg sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yg melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan digereja dengan sembunyi – sembunyi sampai akhirnya diketahui raja dan dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang sipir penjara yg terserang suatu penyakit. Iiia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu bertuliskan,”Dari yang tulus cintanya, Valentine”. Hal itu terjadi stelah anak sipir tersebut telah memeluk agama nasrani bersama 46 kerabatnya.
Versi ketiga menyebutkan ketika agama nasrani tersebar di Eropa, disalah satu desa terdapat sebuah tradisi romawi yg menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berrkumpul dipertengahan bulan Februari.  Mereka menulis nama – nama gadis dan meletakannya didalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirim kartu bertuliskan,”dengan nama tuhan ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini”.
Akibat sulitnya menghilangkan tradisi romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat,”dengan nama tuhan ibu” menjadi ,” dengan nama pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat pemuda tersebut dengan agama nasrani. 
Versi selanjutnya adalah St. Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan jupiter, tuhan orang romawi kuno yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan – tuhan tersebut adalah buatan manusia, dan diapun dihukum mati.  
Dan versi yang terakhir menyebutkan Hari Valentine sendiri sesungguhnya berasal dari perayaan Lupercalia bangsa pagan Roma kuno yang diselenggarakan setiap tanggal 13 hingga 18 Februari. Pada malam menjelang tanggal 14 Februari, para pemuda dan pemudi Roma akan merayakan hari itu dengan pesta perzinahan. Inilah awal dari Hari Valentine yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Kasih Sayang (Affection) melainkan lebih kepada Sexuality (perzinahan) yang penuh maksiat.

 

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE (VALENTINE’S DAY)
(MENURUT AGAMA ISLAM)
Nabi Muhammad SAW bersabda :”Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka”
Hadist tersebut dapat diartikan bahwa seseorang yg menyamai suatu kaum selain umat islam, baik itu dalam hal berpakaian, berbicara dan lain sebagainya, maka dia telah masuk dalam golongan kaum tersebut. Oleh karena itu sebagai umat islam yang setia pada Al-qur’an dan hadist tidak diperbolehkan meniru – niru hal yg tidak sesuai dengan akidah islam.
Sudah jelas diterangkan bahwa awal mula dirayakannya hari valentine adalah untuk menyiarkan agama nasrani, maka kita sebagai pemuda – pemudi muslim harus meninggalkan perayaan tersebut.
Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk kedalam surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang – orang yang bertakwa. Amien










































          “ABeENoebli”
D’mexmew.corps
dari  berbagai sumber


Senin, 21 Januari 2013

kisah tragis istri doyan chating

Sebuah kisah bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya. Kisah ini terjadi di Lebanon...

Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.


Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari

Selasa, 15 Januari 2013

ILMU TAJWID


TANDA-TANDA WAQAF DAN WASHAL
Waqaf artinya: sebaiknya berhenti.
م   ( وقف لا زم )     : harus berhenti
( معا نقه )      : berhenti di salah satu titik
ط   ( وقف مطلق )    : sebaiknya berhenti
قلى ( الوقف اولى )   : sebaiknya berhenti
قف ( الوقف )          : sebaiknya berhenti
ج   ( وقف جا ئز )    : boleh berhenti, juga boleh terus
Washol artinya: sebaiknya terus.
لا       ( الوقف ممنوع )       : sebaiknya terus
صلى   ( الوصل اولى )         : sebaiknya terus
ز        ( مجوز الوقف )        : sebaiknya terus
ص      ( مر خص الوقف )    : sebaiknya terus
ق       ( قيل هو وقف )         : sebaiknya terus

GHUNNAH

Ghunnah artinya mendengung. Hal ini berarti bahwa setiap ada huruf Nun atau Mim yang bertasydid maka hukum bacaannya dinamakan Ghunnah.
Contoh:
اِ نَّ       ثُمَّ        اِ نَّمَا       فَلَمَّا
HUKUM NUN SUKUN/TANWIN
Perbedaan Nun sukun atau Tanwin adalah sama dalam lafadz tetapi lain dalam tulisan. Adapun hukum Nun sukun atau Tanwin dibagi menjadi 6 macam, antara lain:
  1. Idghom Bighunnah
Idghom     : memasukkan
Bighunnah : dengan mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 4 huruf, antara lain:ي  ن م و atau biasa di singkat dengan bunyi يَنْمُوْ
Contoh:
مَنْ يَقُوْ لُ ( نْ- ي )           فَلَنْ نَِّزيْدَ كُمْ ( نْ- ن )
فَتْحًا مُبِيْنًا ( _ً  – م)           مِنْ وَّرَائِهِمْ ( نْ- و )
  1. Idghom Bilaghunnah
Idghom         : memasukkan
Bilaghunnah : dengan tanpa mendengung
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 2 huruf, antara lain: ل dan ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ( نْ- ل )                   غَفُوْرٌرَحِيْمٌ ( _ٌ – ر)
  1. Idzhar
Idzhar berarti: jelas atau terang
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 6 huruf, antara lain: ﻫ  أ ح خ ع غ
Contoh:
كُفُوًا اَحَدٌ ( _ً – ا)              مِنْ حَيْثُ ( نْ – ح )           مَنْ خَفَّتْ ( نْ – خ )
خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( ٍ – ع )          قَوْ مًا غَيْرَ كُمْ ( _ً -غ)        لَكُمُ اْلاَ نْهَا َر ( نْ – ﻫ )
  1. Iqlab
Iqlab berarti:
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan satu huruf dari huruf hijaiyyah yaitu: ب
Contoh:
مَنْ بَخِلَ ( نْ – ب )                 عَوَا نٌ بَيْنَ ( _ٌ – ب)
  1. Ikhfa’
Ikhfa’ berarti: samar-samar
Artinya: apabila ada Nun sukun atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 15 huruf, antara lain:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
مِنْ تَحْتِهَا ( نْ – ت )             مَاءً ثَجَا جًا ( _ً – ث)            اَنْجَيْنَا كُمْ ( نْ – ج )
قِنْوَانٌ دَانِيَةٍ ( _ٌ – د)             مَنْ ذَالَّذِ يْ ( نْ – ذ)             يَوْمَئِذٍ زُرْقًا ( ٍ – ز )
اِنَّ اْلاِ نْسَا نَ ( نْ – س )        عَذَا بٌ شَدِ يْدٌ ( _ٌ – ش)        قَوْ مًا صَا لِحِيْنَ ( _ً – ص)
مُسْفِرَ ةٌ ضَا حِكَةٌ ( _ٌ – ض)    وَمَا يَنْطِقُ ( نْ – ط)             عَنْ ظُهُوْرِهِمْ ( نْ – ظ)
عُمْيٌ فَهُمْ ( _ٌ – ف)               رِزْقًا قَا لُوْا ( _ً – ق)          مَنْ كَا نَ يَرْجُوْا ( نْ – ك)
HUKUM MIM SUKUN
Hukum Mim sukun dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
  1. Idghom Mitsli (Idghom Mimi)
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Mim
Contoh:
كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ ( مْ – م )
  1. Ikhfa’ Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan Ba’
Contoh:
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ ( مْ – ب )
  1. Idzhar Syafawi
Artinya: apabila ada Mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain Mim dan Ba’
Contoh:
هُمْ نَا ئِمُوْنَ ( مْ – ن )                   اَمْ لَمْ تُنْدِ رْ هُمْ ( مْ – ت )
الخ ……..
HUKUM IDGHOM
Hukum Idghom dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
  1. Idghom Mutamatsilain
Artinya: jika ada huruf yang sama, yang pertama sukun dan yang kedua hidup.
Contoh:
اِضْرِ بْ بِعَصَا كَ ( بْ – بِ )
  1. Idghom Mutajanisain
Dinamakan Idghom Mutajanisain jika TA sukun bertemu THA, THA sukun bertemu TA, TA sukun bertemu DAL, DAL sukun bertemu TA, LAM sukun bertemu RA, DZAL sukun bertemu ZHA.
Contoh:
(تْ- ط )   قَالَتْ طَا ئِفَة ٌ         ( طْ- ت )  لَئِنْ بَسَطْتَ            ( تْ- د )  اَثْقَلَتْ دَ عَوَا
( دْ- ت )   قَدْ تَبَيَّنَ                ( لْ- ر )  قُلْ رَبِّ                  ( ذْ- ظ )   اِذْ ظَلَمُوْا
  1. Idghom Mutaqorribain
Dinamakan Idghom Mutaqorribain jika TSA sukun bertemu DZAL, QAF sukun bertemu KAF, BA sukun bertemu MIM.
Contoh:
( ثْ- ذ )  يَلْهَثْ ذ لِكَ             ( قْ- ك )  اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ             ( بْ- م ) يبُنَيَّ ارْ كَبْ مَعَنَا
QALQALAH
Qalqalah artinya memantul. Huruf Qalqalah ada lima, antara lain:
ق ط ب ج د biasa disingkat dengan bunyi   قَطْبُ جَدٍّ
Contoh:
ق- يَقْرَ أُ          ط- يَطْهَرُ           ب- يَبْخَلُ           ج- يَجْعَلُ           د- يَدْ خُلُ
Qalqalah dibagi dua:
  1. Qalqalah Sughra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya asli, sebagaimana contoh diatas.
  1. Qalqalah Kubra
Adalah: huruf Qalqalah yang matinya disebabkan waqaf.
Contoh:
خَلَقَ dibaca   خَلَقْ               اَحَدٌ dibaca اَحَدْ
LAFADZ ALLAH
Hukum lafadz Allah dibagi dua, yaitu:
  1. Dibaca tafkhim, jika lafadz Allah didahului harakat fathah atau dhummah.
Contoh:
وَاللهُ           نَصْرُ اللهِ
  1. Dibaca tarqiq, jika lafadz Allah didahului harakat kasroh.
Contoh:
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمنِ ا لرَّ حِيْمِ
HURUF SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH
Huruf Syamsiyah dan huruf Qamariyah jumlahnya sama yaitu masing-masing ada 14 huruf.
  1. Huruf Syamsiyah: jika ada  ال bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14, antara lain:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh:
وَالتِّيْنِ         اَلدُّ نْيَا         وَالشَّمْسِ           النِّعْمَةِ
الخ……
  1. Huruf Qamariyah: jika ada ال   bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang berjumlah 14, antara lain:
ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ﻫ ء ي
Contoh:
اَلْجُمُعَةُ           اَلْخَيْرُ           اَلْفِيْلُ            اَلْكَبِيْرُ
الخ……
IDZHAR WAJIB
Dinamakan Idzhar Wajib, jika ada Nun sukun atau Tanwin bertemu huruf YA atau WAWU dalam satu kalimat. Cara membacanya: terang atau jelas. Namun, didalam Al-Qur’an bacaan Idzhar Wajib ini hanya ada 4, yaitu:
اَلدُّ نْيَا              بُنْيَانٌ                 صِنْوَانٌ                    قِنْوَانٌ
HUKUM RA’
Hukum Ro’ ada dua:
  1. Ro’ yang dibaca Tafkhim
Ciri-ciri:
  1. Ro’ fathah, Ro’ fathah tanwin.
  2. Ro’ dhummah, Ro’ dhummah tanwin.
  3. Ro’ sukun didahului fathah atau dhummah.
  4. Ro’ sukun didahului kasrah ada hamzah washal.
  5. Ro’ sukun didahului kasrah bertemu huruf isti’la’.
Contoh:
a)      رَ- رًا        رَبَّنَا                  خَيْرًا
b)      رُ- رٌ         رُوَيْدًا                كَبِيْرٌ
c)      _َ _ُ  _ْ      اَرْ سَلَ              قُرْ ا نٌ
d)     _ِ ا رْ        اَ مِرْ تَا بُوْا         اِ رْ جِعُوْ ا
e)      _ِ رْ – خ ص ض ط ظ غ ق   مِرْ صَا دٌ         قِرْ طَا سٌ
  1. Ro’ yang dibaca Tarqiq
Ciri-ciri:
a)      Ro’ kasrah, Ro’ kasrah tanwin.
b)      Ro’ sukun didahului kasrah.
c)      Ro’ hidup didahului Ya’ dibaca waqaf.
Contoh:
a)      رِ- رٍ         رِجْسٌ            خُسْرٍ
b)      _ِ  رْ         فِرْ عَوْ نَ        فَكَبِّرْ
c)      _َِ ي  ُِ ر ٌٍ    خَيْرٌ              بَصِيْرٍ
HUKUM MAD
Hukum Mad dibagi dua:
  1. Mad Thabii
Yang dinamakan dengan mad Thabi’i, adalah: jika fathah diikuti ALIF, kasrah diikuti YA, dhummah diikuti WAWU. Panjang bacaannya: satu alif (dua harakat)
Contoh:
دَا – دِيْ – دُوْ       نُوْ حِيْهَا
  1. Mad Far’i
Mad Far’i dibagi menjadi 13, antara lain:
  1. Mad wajib muttashil
ialah: Mad Thabii bertemu hamzah dalam satu kalimat. panjang bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
جَاءَ               لِقَاءَ نَا             نِدَاءً
  1. Mad jaiz munfashil
ialah:   Mad Thabii bertemu hamzah (bentuknya huruf alif) di lain kalimat. Panjang bacaannya: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:

اِنَّا اَعْطَيْنَا                   اِنَّا اَ نْزَلْنَا

  1. Mad ‘aridh lissukun
ialah:  Mad Thabii bertemu huruf hidup dibaca waqaf. Panjang bacaannya:  3 alif (6 harakat).
Contoh:

اَبُوْكَ = اَبُوْكْ                عِقَا بِ = عِقَا بْ

  1. Mad ‘iwadh
ialah:  jika ada fathah tanwin yang dibaca waqaf, selain TA’ marbuthah. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:

عَلِيْمًا = عَلِيْمَا

  1. Mad shilah
ialah: setiap dhomir HU dan HI apabila didahului huruf hidup. Mad shilah dibagi dua, yaitu: Mad shilah qashirah dan Mad shilah thawilah. Yang dinamakan Mad shilah thawilah, adalah Mad shilah qashirah bertemu huruf hamzah (bentuknya alif).
Panjang bacaan Mad shilah qashirah: 1 alif (2 harakat).
Contoh:
لَه‘-  بِه
Panjang bacaan Mad shilah thawilah: 2,5 alif (5 harakat).
Contoh:
اَنَّ مَا لَه اَخْلَدَه
  1. Mad badal
ialah:   setiap Aa, Ii, Uu yang dibaca panjang. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:

امَنُوْا              اِيْتُوْ نِيْ                  اُوْ تِيَ

  1. Mad tamkin
ialah:  YA kasrah bertasydid bertemu YA sukun. Panjang bacaannya: 1 alif (2 harakat).
Contoh:

اُمِّيِّيْنَ                   حُيِّيْتُمْ                 نَبِيِّنَ

  1. Mad lin
ialah:  fathah diikuti WAWU atau YA sukun bertemu huruf hidup dibaca waqaf. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:

خَوْ فٌ = خَوْفْ                   اِلَيْهِ = اِلَيْهْ

  1. Mad lazim mutsaqqal kalimi
ialah: Mad Thabii bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:

وَ لاَ الضَا لِّيْنَ

  1. Mad lazim mukhaffaf kalimi
ialah: Mad badal bertemu sukun. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:

ا لاْنَ

  1. Mad lazim musyabba’ harfi
ialah:  huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 3 alif (6 harakat). Jumlah hurufnya ada 8, yaitu:

ن ق ص ع س ل ك م

Contoh:

ن   ق   ص    ا لمّ      ا لمّص

  1. Mad lazim mukhaffaf harfi
ialah:  huruf hijaiyyah yang dibaca panjangnya 1 alif (2 harakat). Jumlah hurufnya ada 5, yaitu:

ح ي ط ﻫ ر

Contoh:

طه          يس           عسق         كهيعص            ا لمّر

  1. Mad farq
ialah: Mad badal bertemu tasydid. Panjang bacaannya: 3 alif (6 harakat).
Contoh:
قُلْ اْلا للهُ


dapet copas hehe